Showing posts with label Jagad Raya. Show all posts
Showing posts with label Jagad Raya. Show all posts

Saturday, June 13, 2009

Galaksi Selain Bima Sakti


Dengan mempergunakan teleskop 250 cm di Observatorium Mount Palomor, astronom Edwin Hubble (1942) memotret sebuah galaksi di rasi Andromeda. Olehnya dijelaskan untuk pertama kalinya bentuk galaksi yang kemudian terkenal dengan nama galaksi Andromeda, berjarak 2 juta tahun cahaya dari galaksi kita (Bimasakti/ Milky way). Galaksi Andromeda merupakan galaksi luar (extragalaxy) pertama yang diketahui astronom. Sejak penemuannya, banyak studi dilakukan dalam mempelajari galaksi-galaksi diluar galaksi Bimasakti tempat kita berada.


Upaya para astronom mempelajari galaksi melalui pengamatan semenjak abad ke-18, telah melahirkan berbagai catalog benda-benda labgit yang meliputi gugusan bintang termasuk didalamnya didalamnya adalah galaksi. Pada tahun 1888, J.L.E Dreyer mempublikasikan New General Catalogues of Nebulae and cluster of Stars yang memuat 7840 objek langit. Catalog ini dilengkapi dengan supplemennya, Index Catalogues pada tahun 1895 dan 1908. Umumnya catalog tersebut mempergunakan notasi NGC atau IC diikuti dengan nomor objek dalam daftar. Sebagai contoh, galaksi Andromeda diberi nomor katalogus NGC 224.


Ada banyak galaksi-galaksi dengan berbagai ragam bentuknya. Hubble mengklasifikasikan galaksi-galaksi berdasarkan bentuknya ke dalam 3 kelompok utama, yaitu galaksi spiral, galaksi eliptik, dan galaksi tidak beraturan.


1. Galaksi Spiral (S)
Populasi galaksi berbentuk spiral ini yang terbanyak (80%). Galaksi ini memiliki struktur yang paling teratur dengan pusat, selubung bulat dan piringan dengan spiral yang mengelilingi ekuator galaksi. Variasi dari galaksi spiral adalah galaksi spiral berbatang (SB), dengan bentuk cerutu yang melintasi pusat dan kedua ujungnya pola spiral menjutai.

2. Galaksi Eliptik (E)
Galaksi dengan bentuk ini meliputi 17% dari seluruh populasi galaksi di alam semesta. Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan galaksi spiral, karena hanya terdiri dari atas pusat dan selubung pipih. Kerapatan bintang lebih tinggi di pusat disbanding ditepiannya.

3. Galaksi Tidak Beraturan
Sebanyak 3% dari galaksi yang teramati sejauh ini menunjukan bentuk yang tidak beraturan. Bentuknya lebih merupakan onggokan bintang dengan batas yang kurang jelas. Berbagai contoh nyata galaksi ini antara lain awan Megellan kecil dan besar, tetangga galaksi kita Bimasakti.
Pola galaksi yang dirangkum dan diklasifikasikan oleh Hubble ditafsirkannya sebagai perjalanan evolusi galaksi di alam semesta dari bentuk yang awalnya sangat teratur menuju bentuk yang tidak beraturan. Galaksi juga teramati bergerombol di alam semesta kita. Kumpulan galaksi seperti ini disebut sebagai cluster of galaxies yang mengandung puluhan hingga ribuan galaksi sebagai anggotanya. Salah satu gugus galaksi yang terkenal dan sudah diamati oleh Hubble adalah gugus Virgo. Beberapa gugus galaksi diberikan pada table berikut :

Tabel Contoh Gugus Galaksi


Gugus galaksi dapat membentuk system yang lebih besar lagi yakni supercluster. Diameter supercluster dapat mencapai 10-20 juta parsek dengan jumlah anggota puluhan ribu galaksi. Jika kita berada di luar halaman dan memandang jaug ke atas kita akan melihat langit atau yang disebut cakrawala. Pada siang hari sewaktu cerah langit akan tampak berwarna biru bersih. Jika malam hari dilangit tampak bintang-bintang, bulan, dan benda-benda lain yang berkedudukan dapat berubah dari hari ke hari. Benda-benda itu bercahaya, yang disebut planet.
Bumi juga termasuk salah satu planet. Susunan benda-benda langit yang bergerak pada garis edarnya mengelilingi matahari disebut tata surya. Matahari sebagai pusat tata surya kita.





(Sumber : Jagad Raya Depdikbud 1999)

Saturday, May 23, 2009

GALAKSI BIMASAKTI

Semenjak peradaban kuno, manusia telah menyadari fenomena menarik yang diperlihatkan langit malam dimusim kemarau, yakni jalur putih membentang dilangit dari utara ke selatan. Jalur tersebut seolah membelah langit malam menjadi dua bagian disisi timur dan barat. Dengan teleskop yang kecil sekalipun, pita cahaya tersebut jika diamati ternyata merupakan himpunan dari bermilyar-milyar bintang. Jalur putih tersebut dikenal dengan nama Milky Way (Jalur Susu) atau kalo di jawa dikenali sebagai Bimasaksi.



Dengan demikian, pengertian yang paling sederhana dari galaksi adalah kumpulan bintang yang jumlahnya begitu banyak (bermilyar-milyar) dan karena begitu jauh, tampak seolah-olah seperti kabut atau awan.

Pemahaman astronom terhadap galaksi tidak lepas dari perkembangan pengetahuan galaksi Bimasakti, sebagai berikut :
1. Thomas Wright (1750)berpendapat bahwa matahari bersama bintang-bintang lain membentuk suatu kelompok, bagaikan pulau perbintangan ditengah-tengah jagad raya.
2. William Herschel (1784) berdasarkan penelitiannya yang sistematis menyatakan bahwa kelompok bintang-bintang dalam galaksi Bimasakti membentuk piringan pipih seperti cakram. Penelitian ini dilanjutkan oleh astronom Belanda Kapteyn (1910) yang memberikan landasan semakin kokoh akan wujud galaksi Bimasakti yang pipih tersebut.
3. Dari studi cacah bintang dan gugus bintang yang lebih sistematis, Harold hapley (1917) mengungkapkan bahwa galaksi Bimasakti berbentuk cakram dengan garis tengah 100.000 tahun cahaya (30.000 parsek). Matahari terletak didaerah tepi sekitar 30.000 tahun cahaya (8.500 parsek) dari pusat galaksi.

Dari pengamatan yang teratur, diketahui bahwa jumlah bintang dipusat galaksi lebih banyak daripada tepinya. Matahari merupakan bintang yang tidak berbeda dengan bintang-bintang pada umumnya dan terletak ditepi galaksi. Dari pengamatan diketahui bahwa matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti dengan kecepatan 220 km/detik. Dengan mengetahui jarak matahari dari pusat galaksi dan asumsi bahwa gerak matahari mengedari pusat galaksi berbentuk lingkaran, dapat dihitung bahwa diperlukan waktu selama 2,4 x 108 tahun (240 juta tahun) bagi matahari untuk mengedari pusat galaksi. Kala edar (periode) ini dikenal sebagai 1 tahun kosmik (cosmic year). Jika matahari kita telah berusia 5 x 109 tahun (5 milyar tahun), maka dapat dihitung bahwa matahari kini lebih dari 20 kali mengedari pusat galaksi Bimasakti atau matahari kini ada pada tahun kosmis ke-21.

Subhanalloh... Maha Besar Alloh, Tuhan semesta alam. Duhai! Alloh Rabbku. Betapa Maha dahsyatnya Engkau. Maka sungguh, hanya kepadaMu kami menyembah. dan hanya kepadaMu kami bersandar...

(Sumber : Jagad Raya Depdikbud 1999)